Terapi Matahari, Setiap Hari Dialami oleh Tokoh-tokoh Alkitab

Diterbitkan Dikategorikan dalam Artikel, Bible Study, History, Kesehatan, Lifestyle, Pilihan, Sains Ditandai , , , , Tak ada komentar pada Terapi Matahari, Setiap Hari Dialami oleh Tokoh-tokoh Alkitab

Pengkotbah 11:7. Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata

Kidung Agung 1:6. Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.

Di jaman dahulu kala, di masa-masa penulisan Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, orang-orang setiap hari terekspos matahari siang, terutama mereka yang berprofesi sebagai petani, penggembala, prajurit, dan pedagang. Terlebih lagi para budak, mereka sangat sering terpapar matahari siang. Namun kita tidak menemukan dalam literatur sejarah manapun bahwa mereka sakit keras atau menderita kanker oleh karena sinar matahari siang.
Mereka yang hidup di jaman dulu, yang menghindari terik matahari siang adalah karena alasan:
  1. Ingin tampil lebih cantik atau lebih tampan karena kulit tidak terlalu hitam legam.
  2. Berlama-lama di terik matahari siang sangatlah tidak nyaman karena suhu yang sangat panas.

 


Sinar Matahari yang Paling Sehat adalah Siang Bukan Pagi

Media massa dan sekolah kedokteran mengajarkan kepada Anda bahwa sinar matahari di siang hari adalah tidak baik untuk kesehatan, dan berjemur yang sehat adalah di pagi atau sore hari. Tapi tahukah Anda bahwa penelitian sains holistik modern justru menyatakan hal yang beda? Sains holistik modern menyatakan bahwa sinar matahari yang baik untuk kesehatan adalah di siang hari dan justru sinar matahari di pagi dan sore harilah yang kurang maksimal untuk kesehatan!
Sinar matahari atau ultraviolet terbagi menjadi 3 macam, yaitu UVA (ultraviolet A), UVB (ultraviolet B), dan UVC (ultraviolet C). Tapi yang paling utama adalah UVA dan UVB. Sinar UVA dan UVC adalah jenis sinar matahari yang bisa menembus kaca dan awan tipis serta merupakan sinar penyebab mutasi sel kanker. UVB adalah jenis sinar matahari yang tidak bisa menembus kaca tapi merupakan sinar yang membantu pembentukan vitamin D dalam tubuh kita walaupun membuat kulit jadi lebih gelap.

Pembunuh yang Sebenarnya adalah UVA

Dr. Dianne Godar dari Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM-nya Amerika, telah mengadakan penelitian yang mengindikasikan bahwa UVA kemungkinan bertanggung jawab sebagai penyebab epidemi melanoma (sejenis kanker kulit). Ini lain halnya dengan UVB yang memang membuat kulit kita tambah gelap tapi justru membantu proses pembentukan vitamin D dalam tubuh kita.
UVA sanggup menembus kaca jendela, yang berarti Anda tetap terkena sinar ini ketika Anda di dalam ruangan atau di mobil. Justru UVB yang Anda butuhkan di situasi tertutup seperti ini tidak bisa menembus kaca bening apapun.
UVB dalam penelitian terlihat memilki efek melindungi kita dari melanoma. Dr. Godar mengemukakan bahwa kejadian melanoma berat lebih banyak dialami oleh pekerja di dalam ruangan, bukan di luar ruangan.
Rendahnya kadar vitamin D-lah yang meningkatkan resiko terhadap melanoma sedangkan kulit makin gelap karena terkena sinar matahari (UVB) mengurangi resiko terkena melanoma. Para pasien yang memaparkan diri sendiri ke UVB hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tidak.
Baik UVA maupun UVB, keduanya menyebabkan kulit jadi lebih gelap, tapi yang paling “menggelapkan” adalah UVB (sinar baik). UVA menembus lebih ke dalam lagi di bagian kulit kita ketimbang UVB dan inilah yang memungkinkan timbulnya penuaan, kerut, dan kanker kulit.

Apa Harus Menghindari Matahari Pagi & Sore?

Memang UVA si penyebab kanker kulit paling banyak dosisnya di pagi dan sore hari, tapi ini bukan berarti kita harus menghindari sinar matahari di pagi dan sore hari. Efek dan dosis dari UVA pagi dan sore masih belum bisa menyebabkan kanker kulit. Ini karena beberapa faktor, yaitu:
  1. Seperti yang saya katakan tadi, dosisnya masih kurang kuat untuk bisa menyebabkan kanker.
  2. Karena selain terpancar UVA, terpancar juga UVB yang cukup menetralisir efek negatif UVA.
  3. Oksigen, olahraga, dan apa yang kita konsumsi tiap harinya (suplemen, sayur, buah) juga berperan mengimbangi radiasi UVA.

 

Jadi Anda tidak perlu takut untuk terpapar sinar matahari pagi dan sore. Poin yang ingin saya tekankan di sini adalah: untuk kebutuhan terapi, hasil maksimal adalah sinar matahari di siang hari, bukan di pagi dan sore hari.

Mengapa Cukup Terpapar Sinar Matahari Dapat Mengurangi Resiko Anda Terkena Kanker

Terpapar sinar matahari yang cukup sebenarnya dapat membantu melindungi kita terhadap kanker. Dan REALITA memperlihatkan bahwa melanoma berkurang pada orang-orang yang sering terkena sinar matahari, tapi malah meningkat pada yang memakai sunscreen.
Masyarakat dan komunitas medis konvensional tidak menyadari bahwa paparan sinar matahari yang CUKUP (tidak berlebihan) membantu terbentuknya vitamin D dalam kulit dan vitamin D inilah yang mengatur modulasi genetika kulit yang melindungi kita dari abnormalitas akibat paparan sinar matahari.
Tapi tahukah Anda bahwa sinar matahari tidak hanya melindungi kita dari kanker kulit melanoma, tapi juga 16 jenis kanker lainnya, termasuk kanker pankreas, paru, payudara, rahim, prostat, dan kanker usus!

Jika Memakai Sunscreen (Tabir Surya), Anda Menghilangkan Manfaat Sinar Matahari

Jika Anda selalu “sembunyi” dari sinar matahari bahkan selalu memakai sunblock atau sunscreen ketika Anda keluar di siang hari, kulit Anda tidak akan menghasilkan vitamin D dari paparan sinar matahari dan itu berarti Anda kurang perlindungan terhadap kanker.
Disamping itu, sunscreen hanya menghalangi UVB, sinar penyebab kulit gelap, sedangkan UVA (penyebab kanker tapi tidak menggelapkan kulit) tetap menembus kulit Anda. Sampai sekarang tidak ada sunscreen yang sanggup memblokir UVA dengan kadar yang tinggi (jadi sebagian UVA masih bisa tembus).
Sinar UVA cukup konstan menyinari bumi sepanjang hari, tapi UVB yang baik untuk kesehatan kita sangat sedikit di pagi dan sore hari. Di siang harilah UVB terpancar sangat banyak.
Tapi jika Anda memutuskan untuk memakai sunscreen, pakailah yang cukup bisa menahan UVA dan UVB tapi tidak mengandung dioxybenzone dan oxybenzone. Sedangkan bahan yang aman untuk menahan UVA dan UVB adalah titanium dioxide dan zinc oxide, yang merupakan bahan alami dan digunakan selama lebih dari 75 tahun sebagai sunscreen yang aman.
Tapi perlu diingat bahwa Anda tetap perlu terkena sinar matahari untuk beberapa saat untuk mencukupi kebutuhan vitamin D Anda.

Kapankah Waktu Terbaik untuk “Berjemur”?

Waktu terbaik untuk mendapatkan manfaat UVB untuk menghasilkan vitamin D adalah SESIANG MUNGKIN. Itu berarti antara jam 10 pagi sampai dengan 2 siang. Anda tidak perlu berlama-lama berjemur atau terpapar sinar matahari di jam-jam ini. Hanya perlu kira-kira 15-20 menit. Beberapa orang yang sensitif terkadang hanya perlu 10 menit terpapar sinar matahari. Makin gelap kulit Anda, makin lama pula Anda perlu terpapar sinar matahari.
Tapi ingat, jangan TERLALU LAMA terkena sinar matahari di siang hari, karena paparan BERLEBIH juga akan membakar kulit Anda!
Pada saat pagi dan sore hari, UVB tidak banyak terpancar sedangkan sinar “yang menguasai” di pagi dan sore hari adalah UVA, “si pembawa kanker”.
Anda kaget dengan informasi ini? Ya memang benar ini bertolak belakang dengan semua pemberitaan media massa dan medis konvensional. Tapi inilah kebenarannya.
Referensi:

Jarang Kena Sinar Matahari Berhubungan dengan Kemandulan

Dalam suatu peneltian mengenai kemandulan pada orang-orang Australia, telah didapati tingkat kekurangan vitamin D yang mengkhawatirkan di antara para pria yang tidak bisa membuat pasangan mereka hamil.
Temuan tersebut mengejutkan para ilmuwan Sydney yang meneliti proses terjadinya pemecahan DNA sperma, yaitu faktor penting penyebab kemandulan pria.
Sinar matahari adalah sumber utama vitamin D, yang membantu mengatur tingkat kalsium dan fospor dalam meregenerasi tulang yang sehat.
Spesialis kesuburan Dr Anne Clark meneliti darah hampir 800 pria dengan permasalahan kemandulan dan ia menemukan hampir sepertiga dari mereka memiliki tingkat vitamin D di bawah normal.
“Banyak dari mereka juga terdapat adanya kenaikan tingkat homocysteine, yaitu suatu asam amino dalam darah yang berhubungan dengan keracunan sel dan kekurangan folat yang penting untuk pembentukan sel baru yang sehat, “ kata Dr Clark, direktur medis dari pusat perawatan kesehatan  Fertility First.
“Para pria di kelompok ini yang setuju untuk merubah pola hidup mereka dan mengkonsumsi suplemen harian telah menunjukkan hasil kesuburan yang baik.” komentar Dr Clark mendapati hasil temuan yang tak terduga.
“Vitamin D dan kekurangan folat telah dikenal berhubungan dengan kemandulan pada wanita, tapi hasil temuan di antara kaum pria dalam penelitian kami benar-benar mengejutkan.”
Dr Clark mengatakan bahwa kekhawatiran akan kanker kulit dapat menjadi faktor yang menyebabkan kekurangan vitamin D di antara kaum pria, ditambah dengan pekerjaan dan pilihan gaya hidup yang menghindari paparan langsung sinar matahari.
“Jika memang itu permasalahannya, seseorang mungkin bertanya-tanya apakah hasil temuan akan hubungan kekurangan vitamin D dan kemandulan ini juga berlaku di masyarakat luas,” ujar Dr Clark.
Dari 794 pria yang diteliti, 59 persen telah menunjukkan tingkat pemecahan DNA yang tinggi, berdasarkan hasil temuan yang dipresentasikan di konferensi kesuburan Brisbane.
Sekitar 100 dari mereka setuju untuk berhenti merokok, mengurangi atau menghentikan konsumsi mereka akan kafein dan alkohol, mengurangi berat badan dan mengkonsumsi suplemen vitamin dan antioksidan selama 3 bulan sebelum memulai perawatan kesuburan. Hasilnya, kebanyakan dari mereka berhasil meningkatkan kualitas sperma mereka dan 40 persen berhasil menimbulkan kehamilan klinis, dengan 11 diantaranya terjadi secara natural.
“Hasil temuan ini jelas menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dan suplemen harian dapat membantu kesuburan,” kata Dr Clark.

Sering Berjemur Bikin Wanita Panjang Umur

Punya kulit putih bersih merupakan dambaan wanita kebanyakan, sehingga tak sedikit yang selalu menghindari sinar matahari. Padahal wanita berkulit gelap akibat sering berjemur lebih beruntung, karena memiliki peluang lebih besar untuk berumur panjang.
Sebagaimana diketahui, sinar matahari merupakan sumber energi utama untuk mengubah provitamin D yang terdapat di jaringan kulit menjadi vitamin D. Pada manusia, hampir 90 persen pembentukan vitamin D difasilitasi oleh sinar matahari.
Seorang profesor onkologi dari Lund University di Swedia, Hakan Olsson mengatakan vitamin tersebut tidak hanya baik bagi tulang tetapi juga bisa mencegah berbagai penyakit mematikan. Di antaranya penggumpalan darah di kaki atau disebut vein thromboses.
Penyakit ini banyak menyerang wanita dan menewaskan tak kurang dari 25.000 orang tiap tahun. Dalam penelitian yang dilakukan Prof Olsson terhadap 40.000 wanita, terungkap bahwa vein thromboses lebih sering muncul di musim dingin ketika matahari jarang menampakkan diri.
“Banyak yang meyakini sering berjemur bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Namun peningkatannya ternyata tidak lebih besar dibandingkan manfaat lainnya, sehingga secara umum wanita yang sering berjemur punya peluang berumur lebih panjang,” ungkap Prof Olsson seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (5/12/2010).
Manfaat lain dari berjemur menurut Prof Olsson adalah mencegah penyakit diabetes. Masih berdasarkan penelitian yang ia lakukan, Prof Olsson menyimpulkan diagnosis diabetes pada wanita lebih sering diberikan pada musim dingin dibanding pada musim panas.
Meski demikian, ahli kanker lainnya menilai hasil penelitian yang telah dipresentasikan di forum Swedish Society of Medicine ini terlalu berlebihan. Ed Yong, seorang peneliti dari Cancer Research di Inggris mengingatkan bahwa ancaman kanker kulit tidak boleh dianggap remeh.
“Sinar matahari baik untuk manusia dan vitamin D juga baik untuk kesehatan tulang. Namun tidak ada bukti yang cukup kuat bahwa manfaat vitamin D bisa mengimbangi risiko kanker kulit. Hal terpenting untuk mencegah kanker kulit adalah, pastikan kulit tidak terbakar saat berjemur,” ungkap Yong.
Referensi: http://www.detikhealth.com/read/2010/12/05/101959/1509249/763/sering-berjemur-bikin-wanita-panjang-umur?l991101755

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *